Sarasehan Majelis Luhur Penghayat Kepercayaan Masyarakat

Kamis (21/10/2021) pukul 09.00 WIB di Aula Kejaksaan Negeri Kulonprogo telah berlangsung Rapat Pertemuan Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dengan Timkorpakem Kabupaten Kulon Progo yang dihadiri kurang lebih 40 orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kajari Kulon Progo, Kristanti Yuni Purnawanti, SH, MH menyampaikan di depan para penghayat bahwa di Kulon Progo terdapat 18 aliran kepercayaan, hal ini menunjukkan masih adanya pengakuan dari masyarakat Kulon Progo terhadap aliran keyakinan yang telah diyakini masing-masing anggotanya dan tingginya nilai toleransi dalam masyarakat. Kegiatan Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat merupakan salah satu tugas Kejaksaan yang selain penindakan juga pencegahan, dimana terhadap aliran kepercayaan masyarakat yang tidak mendapatkan hak dan kewajibannya sesuai dengan aturan maka kami Kejaksaan akan melakukan pendampingan dan itulah wujud dari pengawasan kami.

Kajari Kulon Progo juga menyampaikan bahwa di dalam UU kependudukan, semua warga negara wajib mencantumkan identitas lengkap termasuk agama / kepercayaan dalam identitasnya dan saat ini sudah difasilitasi dalam aplikasi kependudukan namun dengan syarat harus terdaftar resmi di Pemerintah. Untuk pencantuman identitas di KTP Kulon Progo hanya perlu surat keterangan dari Dinas Kebudayaan dan Kesbangpol Kabupaten Kulon Progo. Namun apabila di luar Kulon Progo hal itulah yang memerlukan organisasi terdaftar di Kemendagri. Kristanti di akhir pengarahannya menegaskan perlunya kerjasama yang baik antara para penghayat dan unsur terkait dalam pemerintah untuk mewujudkan toleransi umat beragama di Indonesia.


Oleh : penkum / Kejari KP